Semua orang bisa mempelajari fotografi, tua muda, laki-laki perempun, baik dengan menggunakan kamera DSLR profesional hingga kamera smartphone pun anda bisa mempelajari dan menghasilkan karya fotografi. Jika dikelompokkan secara umum, ada 3 cara untuk belajar fotografi. Mulai dari cara formal atau pendidikan, cara informal atau otodidak, atau campuran dari keduanya cara diatas.
CSinema
Syarat Video Layak Untuk Disimpan
Syarat Video Layak Untuk Disimpan – Jaman sekarang ini, kita semua sudah sangat dimudahkan untuk menghasilkan sebuah video. Mulai dari kamera DSLR yang harganya sudah lumayan murah hingga smartphone yang anda pegang setiap haripun bisa digunakan untuk menghasilkan sebuah video.
Berbeda dengan orang-orang sebelum tahun 2000an yang masih menggunakan kaset pita untuk merekamnya. saat ini kita sudah terbiasa menggunakan memory dalam hal penyimpanan data video saat direkam. Bahkan kita dapat langsung melihat hasil rekaman tersebut tanpa harus repot-repot melakukan capture terlebih dahulu.
Namun, tidak semua video yang kita hasilkan tersebut bida dikatakan layak. Ada beberapa faktor penilaian yang bisa kita terapkan sehingga video rekaman kita dikatakan layak untuk ditonton.
Klasifikasi Genre Dalam Film
Klasifikasi Genre Dalam Film – Secara umum kita dapan mengklasifikasikan film menjadi tiga yaitu film dokumenter, fiksi dan eksperimental. Namun selain klasifikasi diatas itu kita juga dapat membaginya menjadi film dokumenter dan non dokumenter, film fiksi dan non fiksi, film hitam putih dan berwarna, film bisu dan bersuara serta film animasi dan non animasi.
Kita juga bisa membaginya berdasarkan studio produksinya. Bisa juga berdasarkan aktor, sutradara, bahkan sasaran penonton dari film tersebut. Anda juga yang mengklasifikasikannya berdasarkan gerakan sinema seperti ekspresionisme jerman, surealisme, neorealisme italia, new wave prancis, new german cinema, dll. Dimana umumnya masing-masing gerakan film diatas memiliki karakter serta gaya sinematik yang berbeda-beda.
3 Jenis Film (Dokumenter, Fiksi, Eksperimental)

3 Jenis Film – Secara umum, film dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: film dokumenter, film fiksi dan film eksperimental.
Pembagian ini didasarkan dari cara bertuturnya, yaitu cara bertutur naratif (cerita) dan cara bertutur non-naratif (non cerita) yang mana film fiksi memiliki struktur naratif yang jelas dari awal hingga akhir film, sedangkan 2 jenis film lainnya (dokumenter dan eksperimental) tidak.
Film – film dokumenter sendiri memiliki konsep realisme (nyata) dan berlawanan dengan film-film eksperimental yang memiliki konsep formalisme (abstrak) atau surealis.
Sedangkan film fiksi sendiri berada tepat di tengah-tengah kedua jenis film diatas.
Perkembangan Film Dokumenter

Perkembangan Film Dokumenter – Dokumenter merupakan salah satu jenis film non fiksi diantara 3 jenis film yang ada. Berdasarkan buku Dokumenter Dari Ide Sampai Produksi karya Gerzon R. Ayawaila (2008), Film dokumenter tertua yang tercatat dan masih digunkan referensi sampai sekarang adalah film karya Robert Joseph Flaherty pada tahun 1922 berjudul Nanook of the North.
Flaherty bisa dikatakan sebagai Dokumentaris pertama berkat karyanya diatas. Dokumentaris sendiri merupakan sebutan bagi pembuat film dokumenter. Umumnya dokumentaris lebih sering merangkap-rangkap sekaligus beberapa posisi seperti produser sekaligus sutradara, penulis naskah sekaligus juru kamera, perekam suara sekaligus editor (Seperti film karya Nick Broomfield yang mana sutradaranya merangkap sebagai perekam suara) atau bahkan seorang sutradara yang merangkap semua job desk diatas.
Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan para pembuat film fiksi, yang mana setiap orang dalam produksi memiliki job desk masing-masing dan jarang ada sutradara merangkap menjadi juru kamera atau perekam suara. Namun beberapa kasus yang sering terjadi adalah sutradara sering merangkap menjadi produser atau penulis skenario.